Berita Pangandaran (Isikata)- Air merupakan kebutuhan dasar bagi makhluk hidup. Sumber mata air berfungsi sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat serta menjaga keseimbangan ekosistem. Namun, kerusakan hutan dan alih fungsi lahan menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Salah satu upaya pelestarian sumber mata air yang efektif adalah dengan menanam pohon di sekitarnya, karena akar pohon mampu menahan tanah dan meningkatkan infiltrasi air.
Sumber mata air merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia dan lingkungan. Namun, kerusakan lingkungan seperti penebangan hutan dan berkurangnya tutupan vegetasi menyebabkan banyak sumber mata air mengalami penurunan debit bahkan mengering.
Mengingat hal itu dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Tanam 1000 Bibit Pohon Pangium edule ( picung ) dikawasan Hutan lahan PTPN I Blok Cigoblog Dusun Bentar Desa Bojong Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan Mujaer yang dengan mengusung tema ” Mari bersama wariskan mata air, bukan air mata” yang digelar pada Senin 29 Desember 2025 dan bekerja sama dengan Komunitas Pohon Indonesia ( KPI ) Jawa Barat, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia ( FK3I ) Jawa Barat dan Wali leuweung.
Kegiatan penanaman ini diikuti oleh Kepala Desa Bojong, BPD Desa Bojong, anggota KPI, anggota FK3I, perwakilan dari Wali leweung, mandor besar PTPN I dan elemen masyarakat disekitar Desa Bojong.
Ketua Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Anton Rahanto mengatakan, upaya ini digagas untuk melestarikan sumber mata air. Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan air tanah, mencegah erosi, dan memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, kegiatan penanaman pohon perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.
” Tidak ada pohon picung yang terbawa longsor, bahkan kekuatannya melebihi pohon beringin. Pohon ini juga paling bagus untuk menyerap dan menahan air serta buahnya yang lebat untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Itulah alasan mengapa menjadi budaya bagi kami untuk tanami pohon jenis ini di sekitar sumber mata air, Selebihnya biarkanlah alam yang bekerja.” ucapnya.
Ditempat yang sama, Ketua Komunitas pohon indonesia ( KPI ) Jawa Barat Ir. Dadi Ardiwinata menuturkan bahwa pohon picung ini merupakan pohon sejuta manfaat. Buahnya yang lebat dapat diolah menjadi makanan yang sangant lezat dan bergizi. Tentunya dengan mekanisme pengolahan yang unik.
“Budayakan tanam pohon dan hindari menebang pohon,” katanya.
Pohon pucung dianggap sebagai salah satu pohon sahabat air yang sangat baik ditanam di sekitar mata air atau daerah aliran sungai (DAS) karena beberapa alasan ekologis berikut:
1. Struktur Akar yang Kuat dan Dalam
Pohon picung memiliki sistem perakaran tunggang yang sangat kokoh dan dalam. Akar ini berfungsi sebagai:
Penyimpan Cadangan Air: Akarnya mampu menembus lapisan tanah yang dalam dan menciptakan pori-pori makro di dalam tanah yang memudahkan air hujan meresap (infiltrasi) menjadi air tanah, bukan sekadar mengalir di permukaan.
Penguat Struktur Tanah: Sistem akar yang luas membantu mencengkeram tanah dengan kuat, sehingga sangat efektif untuk mencegah erosi dan tanah longsor di area miring di sekitar sumber air.
2. Kemampuan Menjaga Debit Air (Kontinuitas)
Banyak masyarakat lokal percaya bahwa di mana ada pohon pangi yang besar, di situ debit air cenderung stabil.
Pohon ini mampu menyerap air dalam jumlah besar saat musim hujan dan melepaskannya secara perlahan melalui sistem perakaran, sehingga membantu menjaga ketersediaan air bahkan saat musim kemarau.
3. Perlindungan Kualitas Air (Antibakteri Alami)
Pohon picung secara alami mengandung senyawa asam sianida (HCN) dan tanin di hampir seluruh bagian pohonnya (biji, daun, hingga kulit batang).
Antiseptik Alami: Senyawa ini memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Keberadaan pohon ini di sekitar mata air dipercaya membantu “menyaring” atau meminimalisir perkembangan bakteri patogen dan mikroorganisme berbahaya di sekitar area resapan, sehingga kualitas air tetap terjaga secara alami.
4. Ekosistem Mikro yang Lembap
Pohon pangi memiliki tajuk (kanopi) yang rimbun dengan daun yang lebar. Tajuk ini berfungsi untuk:
Menurunkan Evaporasi: Mengurangi penguapan air tanah secara langsung oleh sinar matahari.
Menciptakan Iklim Mikro: Area di bawah pohon pangi cenderung lebih lembap dan dingin, yang sangat kondusif untuk menjaga kelembapan di sekitar titik munculnya mata air.
Kegiatan Penanaman Pohon ini menyampaikan pesan bahwa sebagai makhluk hidup kita harus senantiasa menjaga, melindungi dan melestarikan alam dengan sejuta keindahannya. Ketika kita melakukan hal tersebut maka alam juga akan melindungi kita sebagaimana fungsi dan cara kerjanya. Jangan menunggu terjadinya bencana untuk sadar bahwa kita harus merawatnya.***
