Berita  

Jika Ingin Melesat, Pembangunan Harus Dimulai dari Desa

Berita Pangandaran (Isikata)- Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin H.M.M. menegaskan bahwa kekuatan Kabupaten Pangandaran tidak bisa dilepaskan dari kemajuan desa. Ia pun mendorong kepengurusan baru DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran menjadikan desa sebagai pusat gagasan dan penggerak pembangunan daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Asep setelah Dedi Hermawan terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran periode 2026–2031.

Asep menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Dedi Hermawan. Ia berharap kepengurusan baru APDESI Merah Putih mampu memperkuat komunikasi dan konsolidasi antarkepala desa serta membangun sinergi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Menurutnya, APDESI tidak semata-mata menjadi organisasi kepala desa, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang untuk melahirkan gagasan pembangunan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat desa.

“APDESI merupakan wadah atau media komunikasi dan konsolidasi untuk membangun ruang-ruang pikiran, ide dan gagasan. Ini menjadi media yang strategis untuk mendukung program-program nasional, program provinsi maupun program daerah,” ujarnya (9/9/2026).

Baca juga  HMI Pangandaran Sebut Pemerintah Pusat dan Provinsi Tidak Bisa Interverensi Pemda dan Pemkot

Ia menilai komunikasi yang kuat antara pemerintah desa dan pemerintah di atasnya menjadi modal penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Saya berharap APDESI Merah Putih ikut memperjuangkan kepentingan perangkat desa dan berbagai lembaga desa yang memiliki peran dalam menjalankan pemerintahan serta pembangunan di tingkat lokal juga dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa.

Pemerintahan desa harus terus memperkuat profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik. Integritas dan kemampuan aparatur menjadi bagian penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik.

“Desa adalah fondasi utama pembangunan nasional. Ketika desa kuat, mandiri dan sejahtera, maka ketahanan ekonomi dan sosial suatu daerah maupun secara nasional akan ikut kuat,” katanya.

Baca juga  DPRD Pangandaran Terima Audiensi Aliansi Rakyat Pangandaran Bergerak Mengenai Polemik Investasi MBA

Desa Jadi Penggerak Ekonomi Pangandaran
Lebih jauh, Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin menyebut desa memiliki potensi besar sebagai kekuatan ekonomi riil.

Sektor pertanian, UMKM hingga agrowisata dinilai dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara serius dan berbasis pada potensi lokal.

“Desa merupakan pilar ekonomi yang riil, baik itu di sektor pertanian, UMKM, agrowisata, dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang cukup mendasar,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan desa harus dilakukan dengan pendekatan bottom up, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berangkat dari kebutuhan dan potensi masyarakat.

Pendekatan pembangunan dari akar rumput atau grassroot tersebut dinilai membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam menentukan arah pembangunan desanya.

Asep menambahkan, desa memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Desa juga menjadi ruang hidup bagi nilai-nilai sosial dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Gotong royong, adat istiadat, kebersamaan dan kearifan lokal merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dipertahankan.

Baca juga  PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI: SKPD Menjerit Defisit & IPM Masih PR, Kok Bisa Obral Aset Tanpa Arah?

“Desa menjadi penjaga budaya dan gotong royong, nilai-nilai sosial budaya, adat istiadat, kebersamaan, dan mampu membangun identitas bangsa. Pada prinsipnya, bangsa ini lahir dimulai dari desa,” katanya.

Karena itu, Asep berharap kepemimpinan Dedi Hermawan bersama jajaran pengurus DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran periode 2026–2031 dapat menjalankan organisasi secara aktif dan konstruktif.
APDESI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pemerintahan desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperjuangkan aspirasi masyarakat serta mengembangkan potensi ekonomi dan sosial di setiap desa.

Bagi Asep, kemajuan Kabupaten Pangandaran harus dimulai dari penguatan desa.
“Kalau Kabupaten Pangandaran ingin melesat, maka mulailah pembangunan dari desa,” pungkasnya. (***)