Berita Pangandaran (Isikata)- Pengaturan pola makan menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah.
Selain membantu menjaga kondisi tubuh tetap stabil, pola makan yang tepat juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Nutrisionis RSUD Pandega Pangandaran Lentri Fitri Mulyani mengatakan, pasien gagal ginjal dengan terapi hemodialisa memerlukan pengaturan asupan makanan secara khusus karena fungsi ginjal sudah tidak bekerja secara optimal.
Pasien hemodialisa harus lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman. Tujuannya agar zat sisa dalam tubuh tidak menumpuk dan kondisi kesehatan tetap terjaga,” kata Lentri, saat menyampaikan materi sosialisasi di RSUD Pandega Pangandaran.
Ia menjelaskan, pasien hemodialisa umumnya perlu membatasi konsumsi garam, cairan, kalium, dan fosfor.
Makanan tinggi garam dapat memicu tekanan darah tinggi dan penumpukan cairan dalam tubuh. Sementara kadar kalium yang berlebihan berisiko mengganggu irama jantung.
Menurutnya, beberapa makanan yang perlu dibatasi antara lain makanan instan, makanan olahan, buah tinggi kalium seperti pisang dan durian, serta minuman bersoda.
Disisi lain, pasien juga tetap membutuhkan asupan protein yang cukup untuk membantu menjaga massa otot dan mempercepat pemulihan tubuh setelah menjalani proses cuci darah.
Protein tetap diperlukan, tetapi harus sesuai anjuran tenaga kesehatan. Sumber protein bisa diperoleh dari telur, ikan, ayam, atau daging dalam jumlah yang disesuaikan dengan kondisi pasien,” jelasnya.
Lentri juga mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani jadwal hemodialisa serta rutin berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi agar kebutuhan nutrisi dapat dipantau secara berkala.
Ia berharap, masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal, tidak menganggap sepele pola makan sehari-hari karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan jangka panjang.
“Pola makan yang baik dapat membantu pasien merasa lebih nyaman, menjaga stamina, dan mengurangi risiko komplikasi selama menjalani terapi hemodialisa, ” ujarnya.







