Berita Pangandaran (Isikata) – Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan yang memerlukan perhatian bersama.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini tidak hanya menjadi persoalan di tingkat lokal, tetapi juga tantangan kesehatan global yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Hari DBD Asean diperingati setiap 15 Juni, peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran penyakit DBD.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, pihak manajemen RSUD Pandega Pangandaran dalam rangka memperingati Hari Demam Berdarah ASEAN, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan demam berdarah sejak dini.
RSUD Pandega Pangandaran menekankan bahwa upaya pencegahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan sekitar.
Masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan lingkungan, menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta tidak ragu melaporkan gejala yang mengarah pada demam berdarah.
Selain pencegahan, masyarakat juga diminta untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, maupun tanda-tanda lain yang mengarah pada infeksi DBD.
Untuk mendapatkan penanganan dan konsultasi medis yang tepat, masyarakat dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam yang tersedia di RSUD Pandega Pangandaran.***
