Berita  

Perkuat Pencegahan Narkoba Sejak Dini, Guru MAN 2 Pangandaran Ikuti RAKOR Pengembangan Soft Skill Bersama BNN Jabar

Berita Pangandaran (Isikata) — Upaya memperkuat pencegahan dini terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Guru BK dan Wakamad Humas MAN 2 Pangandaran mengikuti kegiatan Rakor Pengembangan Soft Skill dalam rangka Pencegahan Dini Bahaya Narkoba yang digelar di Auditorium SMAN 1 Pangandaran, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Pangandaran serta menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Jawa Barat. Dari MAN 2 Pangandaran, kegiatan diikuti oleh guru BK M. Rifki S. Psi dan Wakamad Humas Cucu Herdiaman, S.Pd.

Dalam pemaparannya, Apt. Yohanes Eko Ariyanto, S.Si., M.Si., Ketua Tim BNN Wilayah Jawa Barat, mengingatkan bahwa ancaman penyalahgunaan narkoba telah menyasar kelompok usia yang semakin muda. Bahkan, korban penyalahgunaan narkoba tidak hanya berasal dari jenjang SLTA, tetapi sudah ditemukan mulai tingkat SLTP hingga anak kelas VI sekolah dasar.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi dunia pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini. Sekolah dan madrasah tidak cukup hanya memberikan informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga perlu membekali peserta didik dengan kemampuan mengambil keputusan, mengendalikan diri, berpikir kritis, serta memiliki keterampilan untuk menolak ajakan yang berisiko.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat, Ibu Dwi Yanti Estiningrum, S.Sos., M.Pd., menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik. Pendidikan memiliki posisi strategis dalam membangun generasi yang memiliki karakter kuat, mampu menjaga diri, serta memiliki lingkungan pergaulan yang sehat.

Penguatan pencegahan juga diarahkan pada implementasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) di lingkungan pendidikan. Melalui P4GN, satuan pendidikan diharapkan mampu membangun kesadaran bersama dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari penyalahgunaan serta peredaran narkoba.

Materi lainnya disampaikan oleh Dr. Gumilar S.Pd.MM Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pangandaranl, yang mengajak seluruh peserta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pangandaran. Salah satu kemampuan penting yang perlu ditanamkan kepada peserta didik adalah keterampilan menolak, disertai kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk fenomena narkoba yang memanfaatkan ruang digital.

Wakamad Humas MAN 2 Pangandaran, Cucu Herdiaman, S.Pd., menyampaikan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan sedini mungkin dan menjadi tanggung jawab bersama, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Pencegahan narkoba tidak boleh menunggu sampai ada kasus. Edukasi dan penguatan karakter harus dimulai sejak dini. Di MAN 2 Pangandaran, kami ingin memastikan siswa memiliki pengetahuan, keberanian untuk menolak, serta kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun berbagai informasi di ruang digital,” ungkapnya.

Ia menambahkan, madrasah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

“Kami akan terus memperkuat sinergi antara guru BK, wali kelas, guru, orang tua, dan berbagai pihak terkait. Pencegahan narkoba harus menjadi gerakan bersama agar siswa MAN 2 Pangandaran dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan mampu menjaga dirinya dari berbagai ancaman,” tambahnya.

Bagi MAN 2 Pangandaran, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada peserta didik. Peran guru BK menjadi semakin penting sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan konseling, edukasi, deteksi dini, serta penguatan keterampilan sosial dan emosional siswa.
Penguatan soft skill tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mendorong peserta didik untuk memiliki kecintaan kepada diri sendiri, sesama, lingkungan, dan masa depan. Dengan karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan mengambil keputusan yang tepat, siswa diharapkan mampu menjaga dirinya dari berbagai bentuk ancaman, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Melalui sinergi antara madrasah, BNN, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat, upaya menciptakan generasi muda Kabupaten Pangandaran yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan bebas dari narkoba dapat terus diperkuat.(***)

Exit mobile version