Berita Pangandaran (Isikata) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 2 Pangandaran di tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, siswa berprestasi MAN 2 Pangandaran menerima penghargaan dan uang pembinaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi dan prestasi peserta didik madrasah.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua PD PGM Indonesia Kabupaten Pangandaran, Dede Zenal Arifin, S.Pd.I, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I, dalam kegiatan Sosialisasi Program PD PGM Indonesia Kabupaten Pangandaran untuk wilayah Langkaplancar dan Cigugur yang berlangsung di GOR MAN 2 Pangandaran, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Selasa (29/9/2026).
Dua siswa MAN 2 Pangandaran yang memperoleh apresiasi tersebut adalah Asti Pebriani, yang berhasil meraih Juara 3 Tenis Meja Putri Porseni tingkat Provinsi Jawa Barat, serta Radit, perwakilan tim futsal MAN 2 Pangandaran yang turut mengantarkan timnya meraih Juara 2 Perseni tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kepala MAN 2 Pangandaran, Dadah Jubaedah, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas penghargaan yang diberikan kepada siswa-siswanya. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mendorong prestasi di bidang olahraga dan berbagai bidang lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan penghargaan yang diberikan kepada siswa MAN 2 Pangandaran. Prestasi ini tentu bukan hanya menjadi kebanggaan bagi siswa, tetapi juga bagi madrasah, orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar MAN 2 Pangandaran,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Madrasah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai talenta siswa agar mampu berkembang hingga ke tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
“Prestasi harus menjadi budaya di madrasah. Kami ingin setiap siswa memiliki kesempatan untuk menemukan potensi terbaiknya dan kemudian mengembangkannya secara sungguh-sungguh. Semoga prestasi Asti dan Radit menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani bermimpi, berlatih, dan memberikan prestasi terbaik bagi madrasah,” tambahnya.
Pemberian penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat membangun ekosistem pendidikan madrasah yang prestatif, inspiratif, dan berakhlak. Prestasi siswa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian medali atau juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, dan tanggung jawab.
Bagi MAN 2 Pangandaran, apresiasi terhadap siswa berprestasi menjadi energi positif untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan. Hal tersebut sejalan dengan visi madrasah dalam mewujudkan lulusan yang berilmu, berakhlak, berkarakter Panca Waluya, berprestasi, dan mampu bersaing di era global.
Dengan penghargaan tersebut, MAN 2 Pangandaran kembali menunjukkan komitmennya untuk menjadikan prestasi sebagai bagian dari budaya madrasah sekaligus memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk tumbuh, berkembang, dan mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang kompetisi.(***)







