Berita  

RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Pentingnya Mengenali Ciri-Ciri Makanan yang Sudah Tidak Layak Konsumsi

Berita Pangandaran (Isikata) –Nutrisionis atau ahli gizi RSUD Pandega Pangandaran, Ijni Kusmuliya, mengingatkan pentingnya mengenali tanda-tanda makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi guna mencegah keracunan dan gangguan kesehatan.

Untuk itu, masyarakat diminta lebih waspada sebelum mengonsumsi makanan, terutama yang telah disimpan dalam waktu tertentu.

Menurut Ijni, masih banyak warga yang kurang memperhatikan perubahan fisik pada makanan, padahal tanda-tandanya cukup mudah dikenali.

“Jangan asal makan. Perhatikan dulu bau, warna, tekstur, hingga rasanya. Kalau sudah ada perubahan yang tidak wajar, sebaiknya jangan dikonsumsi,” ujarnya, Senin 9 Maret 2026.

Kenali Tanda-Tandanya

Ijni menjelaskan, ada beberapa ciri umum makanan yang sudah tidak layak konsumsi.

1. Bau Berubah atau Tidak Sedap

Baca juga  Tiga Siswa MAN 2 Pangandaran Borong Gelar Bergengsi di Liga Pelajar Banjarsari Futsal Championship 2025

Makanan yang sudah rusak biasanya mengeluarkan bau asam, tengik, atau aroma yang berbeda dari kondisi normalnya. Bau menjadi indikator awal adanya proses pembusukan.

2. Tekstur Mengalami Perubahan

Permukaan makanan terasa berlendir, lengket, atau terlalu lembek. Pada buah dan sayuran, kondisi layu berlebihan juga bisa menjadi tanda penurunan kualitas.

3. Warna Tidak Wajar

Perubahan warna menjadi kusam, kehijauan, kehitaman, atau muncul bercak-bercak aneh patut diwaspadai. Warna yang berubah sering menandakan adanya pertumbuhan mikroorganisme.

4. Muncul Jamur

Adanya bintik atau spot putih, hijau, hingga keabu-abuan merupakan tanda jelas pertumbuhan jamur. Makanan berjamur tidak boleh hanya dibuang sebagian, melainkan harus dibuang seluruhnya.

5. Rasa Berubah

Baca juga  Pemkab Bogor Dorong Pembangunan RS PMI Di Parung Panjang

Jika saat dicicipi rasanya asam, pahit, atau tengik dan berbeda dari biasanya, segera hentikan konsumsi.

Risiko Keracunan Mengintai

Ijni menambahkan, mengonsumsi makanan yang sudah rusak dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti mual, muntah, diare, hingga keracunan makanan. Kondisi ini bisa lebih berbahaya pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyimpan makanan sesuai aturan, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta menjaga kebersihan saat mengolah makanan.

“Lebih baik membuang makanan yang diragukan keamanannya daripada mempertaruhkan kesehatan,” tegasnya.