Berita  

Waspada Campak Pada Anak dan Kenali Gejalanya

Berita Pangandaran (Isikata)- Meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit menular menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Salah satu penyakit yang perlu diantisipasi adalah campak, yang dikenal memiliki tingkat penularan sangat tinggi, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penyakit campak, dengan mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiaman mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit ini. Menurutnya, peningkatan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama di lingkungan keluarga dan anak-anak.
“Campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular. Karena itu masyarakat harus waspada terutama dengan mengenali gejala awal campak,” katanya.

Baca juga  SMA Negeri 1 Langkaplancar Raih Penghargaan Bergengsi DAK Awards 2024

Ia menjelaskan, bahwa campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hari, yakni rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga mulai menunjukkan gejala. Pada fase awal ini, tanda-tanda yang muncul sering kali menyerupai penyakit ringan sehingga kerap diabaikan.

Beberapa gejala awal campak yang umum terjadi di antaranya mata merah dan sensitif terhadap cahaya. Selain itu juga, keluhan yang menyerupai gejala pilek seperti batuk, hidung berair, dan sakit tenggorokan. Penderita juga bisa mengalami lemas dan mudah lelah, diare atau muntah-muntah, serta rasa nyeri pada tubuh.

Tanda lain yang cukup khas adalah munculnya ruam merah pada kulit yang biasanya berawal dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, pada beberapa kasus juga ditemukan bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bintik Koplik, serta kondisi menurunnya nafsu makan.

Baca juga  Polisi Temukan Jejak Penting Pelaku Pencurian di Pangandaran

Menurut Titi Sutiamah, anak-anak yang belum atau tidak mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR) memiliki risiko lebih besar terinfeksi penyakit ini. Risiko tersebut akan semakin tinggi apabila anak memiliki status gizi yang kurang baik, karena daya tahan tubuh mereka belum mampu mengenali dan melawan virus campak secara optimal.

“Imunisasi berperan penting untuk membantu tubuh mengenali virus dan membangun perlindungan. Dengan imunisasi, tubuh memiliki perisai untuk melawan infeksi sehingga tidak hanya mencegah penularan, tetapi juga dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit jika seseorang terinfeksi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa campak termasuk penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, sehingga perlu diwaspadai. Bahkan satu orang penderita dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lainnya yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.

Baca juga  Ketua Formagat, Akan Kembali Hidupkan Gerakan Sadar Membaca